Tantangan Besar Film Dua Garis Biru

Sebelum dirilis ke bioskop-bioskop tanah air film Dua Garis Biru cukup ramai diperbincangkan. Pasalnya film ini sempat mendapat reaksi yang kurang menyenangkan dari beberapa kelompok masyarakat. Tak cukup disitu, film remaja ini hingga sampai memicu beredarnya petisi online di platform change.org. Petisi yang dipublikasikan sejak bulan April 2019 ini berjudul “Jangan Loloskan Film yang Menjerumuskan! Cegah Dua Garis Biru di Luar Nikah!”

 

Komentar produser Film Dua Garis Biru

Syukurlah petisi tersebut akhirnya ditarik dengan permohonan maaf si pembuat petisi yang mengatakan menghapus petisi tersebut untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan serta kesalahan persepsi atas dipublikasikannya petisi tersebut. Terkait tentang petisi tersebut, Chand Parwez, produser Starvision hanya berkomentar pendek. Yang pasti rumah produksi Starvision Plus memastikan kalau pihaknya berkomitmen memproduksi film-film lokal yang bermuatan positif.

 

Lebih jauh Chand Parwez justru mengungkapkan pendapatnya mengenai pemain utama film ini, yaitu Angga Yunanda dan Zara JKT 48. Sebelumnya, Angga juga telah bermain dalam film garapan Starvision Plus, Sajen yang cukup sukses di pasaran dengan raihan hingga 700 ribu penonton dan film Tabu. Terpilihnya kedua bintang muda tersebut untuk membintangi film ini karena pihak rumah produksi melihat bakat dan potensi mereka. Film Dua Garis Biru juga telah didaftarkan untuk para gelaran Festival Film Internasional Cannes pada kategori Director fot Night.

 

Alasan harus menonton Film Dua Garis Biru

Terlepas dari berbagai permasalah yang menjerat film tersebut, toh film ini sangat layak untuk ditonton dan diambil hikmahnya. Beberapa pelajaran togel sgp yang bisa didapatkan dari film ini adalah:

 

Pendidikan seks penting dilakukan sejak dini karena menutup-nutupi perkembangan seksual seorang anak karena alasan tabu bisa menjerumuskan mereka kepada hal-hal yang tidak baik karena ketidaktahuan. Orangtua moderns seharusnya dapat berbincang-bincang secara terbuka dengan anak-anaknya tentang seksualitas dan perubahan tubuhnya serta memberikan pemahaman tentang etika, moral, dan kepantasan yang berkaitan dengan hal tersebut.

 

Semua ini mengalir dengan natural dalam Film Dua Garis Biru dengan dialog yang sederhana dan gampang dicerna, namun bila disimak dengan baik banyak hal-hal yang menyentuh langsung kehidupan remaja kita. Walaupun merupakan kisah yang klise, tapi siapa sangka film ini mempunyai ending yang tak terduga. Dengan tanpa menghakimi, Gina S. Noer, Sang Sutradara berupaya menyampaikan bahwa untuk permasalahan kehamilan di luar nikah tidak hanya ada satu jalan keluar, selalu ada pilihan-pilihan lainnya yang dapat dipertimbangkan.

 

Tak melulu tegang dan menyedihkan, Dua Garis Biru juga diimbangi dengan unsur komedi. Aktris Cut Mini yang berperan cukup besar pada porsi komedi yang membuat film ini terasa lebih ringan. Sementara dari segi visual film ini juga sangat nyaman dipandang dengan warna-warna yang khas remaja, walaupun orangtua juga dapat menikmatinya.

 

Film ini membuktikan bahwa Zara JKT 48 tidak hanya piawai menari dan bernyanyi tapi juga acting. Setelah debutnya di film Keluarga Cemara sebagai Euis, pada film ini acting Zara terlihat semakin matang dan dewasa. Karena peran tersebut Zara bahkan sukses memboyong dua penghargaan, yaitu IMA Awards dan Piala Maya.

 

Soundtrack film ini menariknya digarap oleh kakak beradik musisi Isyana Sarasvati dan Rara Sekar dengan lagu berjudul Biru dan Growing Up. Tak hanya sebagai pemanis belaka, soundtrack tersebut juga kian memperkuat emosi yang diperlihatkan oleh para pemainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *