Di Tengah Isu Sensor, Ave Maryam Sukses Jual 77 Ribu Tiket

Deskripsi singkat: Meskipun diterpa isu sensor, film Ave Maryam berhasil jual 77 ribu tiket dan jadi wakil di Asia Africa Film Festival.

Di Tengah Isu Sensor, Ave Maryam Sukses Jual 77 Ribu Tiket

Film Ave Maryam ternyata menuai banyak pujian dari penonton. Di tengah banyaknya perbincangan soal adegan erotis yang tidak lulus sensor dan harus dipotong, film yang dibintangi oleh aktris Maudy Koesnaedi dan Chico Jeriko itu sudah berhasil menjual sebanyak 77 ribu tiket sejak perilisannya pada tanggal 11 April 2019 lalu.

Berhasil Jual 77 Ribu Tiket

Hal tersebut disampaikan oleh Ertanto Robby yang menjadi sutradara film tersebut. Dilansir dari CNN Indonesia, setelah menyelenggarakan konferensi pers penyelenggaraan Asia Africa Film Festival yang bertempat di Kemang, Jakarta, hari Rabu (24/4) lalu. Katanya, “Dari 11 April sampai dengan hari ini sudah di luar ekspektasi kita, kalau engga salah sudah 77 ribu (penonton), enggak menyangka sih,” katanya dengan raut wajah bangga.

Sebanyak 77 ribu buah tiket yang terjual tersebut pasalnya berasal dari 30 layar bioskop di Indonesia, termasuk juga di jaringan CGV Cinemas, Cinemaxx, dan XXI. Padahal, film Ave Maryam ini diputar di Medan, Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang saja.

Tidak hanya diputar di jaringan bioskop, namun film Ave Maryam juga diputar di beberapa film festival bahkan sebelum di Asia Africa Film Festival ini. Ketika pemutaran perdana dan selama di Plaza Indonesia Film Festival, film ini selalu mengundang banyak penonton. Bahkan selalu penuh. “Ya, senang. Berarti kita diapresiasi sebagai filmmaker karyanya diapresiasi ya senang, bersyukur, dan mudah-mudahan masyaraka Indonesia makin mencintai film Indonesia,” imbuhnya lagi.

Walaupun Ave Maryam menceritakan tentang biarawati, menurut Robby, dia tak menargetkan filmnya Cuma ditonton oleh kalangan tertentu saja. Sejauh ini, menurut pantauan dirinya, yang menonton film Ave Maryam ini justru dari umat non-Katholik.

“Muslim juga banyak sekali yang nonton main togel online karena ini memang mereka semua bisa nerima. Ini film manusiawi banget yang dapat dirasain semua orang lah, engga Cuma satu golongan aja,” tuturnya lebih lanjut.

Maudi Koesnaedi Pasrah Jadi Biarawati

Tidak hanya penontonnya yang kebanyakan Muslim, bahkan pemeran utamanya, Maudy Koesnaedi, juga seorang muslim namun dipercaya membawakan peran sebagai biarawati yang bernama Maryam. Robby mengungkapkan bahwa ia sangat cocok memegang peran itu. Ketika ia menciptakan tokoh suster Maryam itu, ia membayangkan seorang perempuan yang berkharisma dan berumur 40 tahun. Dikisahkan ia menjadi seorang biarawati yang bertugas mengurus suster-suster yang sudah sepuh.

“Bayangan saya gitu, kepribadiannya adem kaya suster lainnya, sederhana, dan manusiawi. Ketika menawarkan ke Maudy ini sebenarnya maju mundur maju mundur. Belum begitu kenal dekat dan menawarkan film yang agak berbeda. Setelah bicara tentang adegan, cerita, akhirnya jalan,” ucap Robby.

Maudy sendiri tidak menampik bahwa ia juga memiliki banyak pertimbangan saat ditawari menjadi suster Maryam. Ia memandangnya sebagai tantangan dan kesempatan bagus. “Selebihnya saya serahkan langsung pada Allah, kalau ada kesalahan saya mohon diampuni,” kata Maudy.

Seperti yang diberitakan juga, film Ave Maryam ini menjadi salah satu wakil Indonesia yang diputar di ajang Asia Africa Film Festival yang digelar pada tanggal 24-28 April 2019. Selain Ave Maryam ada juga beberapa film Indonesia yang ditayangkan misalnya Nyai, Laut Bercerita, Kado, dan Tengkorak.

Asia Africa Film Festival sendiri memutar film Panjang, film pendek, dan juga documenter dari sebanyak 11 negara di Asia dan Afrika. Negara-negara tersebut adalah Cina, Jepang, Filipina, Palestina, Indonesia, India, Mali, Mesir, Ghana, Tanzania, dan Nigeria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *