Sampah di Kolong Tol Wiyoto Wiyono ‘diacuhkan’ Sejak Tahun 1993

Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Tanjung Priok mengatakan bahwa pengelola Tol Ir. Wiyoto Wiyono, yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) seolah-olah mengacuhkan terjadinya penumpukan sampah yang ada di kolong tol.

Sampah dibiarkan

“Pihak PT CMNP yang bertindak sebagai pengelola tol seolah¬† membiarkan, seolah-olah ya,” ungkap Basrudin dilansir dari CNN Indonesia pada hari Selasa (24/4).

Bahkan pihaknya baru saja mengetahui ada banyak sampah yang sudah menumpuk di kolong tol tersebut setelah pihaknya melihat pemberitaan result sgp yang beredar di media massa beberapa minggu yang lalu, malah bukan dari PT CMNP yang bertindak sebagai pengelola.

Menurut Basrudin sendiri, sampah yang mana berserakan sepanjang kurang lebih 600 meter itu disinyalir telah menumpuk sejak tahun 1993 yang artinya 25 tahun silam sejak tol tersebut berdiri.

Ia juga menyebut bahwa tumpukan sampah itu asalnya dari warga yang tinggal di sekitar kolong Tol Ir. Wiyoto Wiyono itu. Lokasi kolong tol yang bisa dikatakan tertutup ditambah lagi sulit sekali untuk diakses menjadi salah satu penyebab sampah-sampah yang ada di Kolong Tol Ir. Wiyoto Wiyono ini bertumpuk sampai 25 tahun dan akhirnya luput dari pantauan pihaknya.

“Ini ada berita dari media yang cukup viral, baru kami action dan lakukan pembersihan,” katanya.

Staff Operasional Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Tanjung Priok, Yamin, menyayangkan jika pihak PT CMNP seolah-olah membiarkan hal seperti ini. Menurut dirinya hal itu bisa menyebabkan banyak sekali warga yang membuang sampah-sampahnya di wilayah tersebut.

Menurut pantauan yang dilakukan oleh media di lokasi, memang terdapat beberapa bangunan liar dan tak ada pagar untuk membatasi antara kolong tol dengan daerah yang ada di sekitarnya.

“Ini karena lahan ini dianggap tanah tak bertuan padahal lahan punya PT CNMP, sementara CMNP-nya ya membiarkan,” imbuhnya.

PT CNMP Berkata Sebaliknya

Di sisi lainnya, Pengaman Wilayah Kolong Tol dari PT CNMP, Sutrisno, mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan pengawasan supaya kolong tol tak dimanfaatkan untuk pembuangan sampah dan juga mendirikan bangunan liar.

Bahkan menurutnya, tim pengaman wilayah kolong tol pun sudah dibentuk sejak 7 tahun yang lalu, dan pihaknya juga terus melakukan sosialiasi pada masyarakat supaya tidak membuang sampah ke kolong tol.

Hanya saja masalahnya, kesadaran dari masyarakat yang membuang sampah di sana dan yang tinggal di sana kurang sehingga membuat mereka tetap membuang sampah di sana. “Kami sudah sosialisasi kepada warga memang tiap harinya saya tekankan pada mereka agar tak membuag sampah di kolong tol,” ujarnya.

Lebih lanjut lagi, Sutrisno menambahkan bahwa sampah yang mana menumpuk di kolong tol Ir. Wiyoto Wiyono ini merupakan akibat dari pemerintah setempat yang tak menyediakan akses untuk para warga masyarakat untuk membuang sampah di tempat yang semestinya.

“Dari pemerintah setempat tak menyediakan akses untuk pembuangan sampahnya, dan kesadaran masyarakat di sana juga kurang,” imbuhnya.

Ia juga melanjutkan bahwa pihak PT CNMP sudah membagun pagar pembatas supaya masyarakat tak mendirikan  bangunan liar dan juga membuang sampah di kolong tol. Namun sayangnya, ungkapnya, pagar tersebut malah dirobohkan oleh para warga. Tapi ia mengakui hal itu merupakan hal yang luput dari perhatian dan pengawasan PT CNMP.

“Pagar ini dulu pernah dibangun, hanya dirubuhkan oleh masyarakat sekitar untuk dibikin bangunan liar. Lah kami dari PT CNMP merasa kecolongan,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *